Jumat, 20 Maret 2020

VIRUS CORONA

VIRUS CORONA



Pada akhir tahun 2019 kemarin, dunia telah dihebohkan oleh COVID-19
atau yang dikenal sebagai wabah virus corona. Virus ini pertama kali
mewabah berasal dari wilayah Wuhan di China.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), corona berasal dari
virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga flu yang
lebih parah, seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan sindrom
pernapasan Timur Tengah (MERS).
Pada awalnya, virus ini ditularkan antara hewan dan manusia. Seperti
SARS yang ditransmisikan dari luwak ke manusia, sementara MERS
ditularkan ke manusia melalui unta.
Nama virus corona berasal dari Bahasa latin “corona” dan Yunani
“korone” yang artinya adalah mahkota atau lingkaran cahaya.
Penamaan ini memang tak lepas dari wujud khas virus itu, yang memiliki
pinggiran permukaan yang bulat dan besar, penampilan yang mengingatkan
pada “corona matahari.” Bentuk ini tercipta oleh peplomer viral spike
yang merupakan protein yang mengisi permukaan virus.
Seberapa Berbahaya Virus Corona?
Sampai saat ini telah tercatat terdapat 3.198 kematian yang disebabkan
oleh virus corona. Namun, WHO menyatakan bahwa tingkat kematian
tersebut lebih rendah dibandingkan SARS, yang mana tingkat bahaya
virus ini berkisar di 2 persen.
WHO juga mengatakan bahwa pada umumnya, virus yang berasal dari China
ini biasa menyerang mereka yang berusia di atas 60 tahun. Virus ini
juga biasa menyerang mereka yang tengah menderita penyakit lainnya.

Gelaja Infeksi Corona




1.      Menurut WHO, gejala infeksi corona adalah demam, batuk, sesak napas
dan kesulitan bernapas.
2.      Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, virus ini bisa menyebabkan
pneumonia, kegagalan banyak organ dan kematian.
3.      Perkiraan masa inkubasi virus ini antara terinfeksi dan timbulnya
gejala berkisar antara satu hingga 14 hari. Sampai saat ini,
kebanyakan orang yang terinfeksi menunjukkan gejala dalam lima hingga 
enam hari.
4.      Namun, terdapat juga pasien yang terinfeksi tetapi tidak
menunjukkan gejala apa pun. Artinya mereka tidak menunjukkan gejala
yang telah disebutkan sebelumnya meskipun mereka memiliki virus pada
sistem tubuh.

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona
1.      Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan 
unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke
manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan
dahak saat batuk atau bersin.
2.      Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala
mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari
setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami
sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).
3.      Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan
infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan
senantiasa melakukan tindakan pencegahan.
4.      Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus
Corona adalah:
a.      Mencuci tangan dengan benar
b.      Menggunakan masker
c.      Menjaga daya tahan tubuh
d.      Tidak pergi ke negara terjangkit
e.      Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus

Pencegahan Virus Corona 
•       Usahakan untuk tidak menyentuh wajahmu. Jika memang harus, cucilah
tangamu terlebih dahulu dengan sabun secara menyeluruh.
•       Mencuci tangan menyeluruh, berarti: cucilah bagian belakang telapak,
sela-sela jari, dan bagian bawah kuku selama 20 detik.
•       Buanglah masker jika terasa kotor, jangan menggunakan masker lebih
dari satu kali. Karena bakteri dapat berkembang biak di dalam maskermu
jika dipakai terlalu lama.
•       Jangan pernah menyentuh bagian luar masker, jika tidak sengaja
menyentuh langsung cuci tangamu kembali dengan sabun.
•       Jangan berbagi peralatan makanan atau handuk.
•       Jika bisa, usahakan menyentuh fasilitas umum seperti tombol lift,
membuka/menutup pintu menggunakan siku atau bahumu.
•       Yang terpenting adalah selalu mencuci tangamu dengan sabun, baik
sebelum makan mau pun setelah pergi ke tempat umum.

Senin, 10 Februari 2020

CARA BUDIDAYA IKAN HIAS

Apakah kamu tertarik untuk memelihara ikan ini? Caranya cukup mudah kok. Ikuti saja beberapa langkahnya berikut ini.
Image result for gambar ikan hias
Cara Mudah Budidaya Ternak Ikan Hias Air Tawar
1. Mempersiapkan Wadah
Yang namanya bisnis apalagi yang berhubungan dengan makhluk hidup, mempersiapkan lahan yang cukup merupakan salah satu langkah awal yang harus dilakukan. Berbeda dengan budidaya ikan lainnya yang harus memiliki lahan untuk membuat kolam, budidaya ternak ikan hias air tawar hanya memerlukan aquarium saja untuk melakukannya.
Sebenarnya untuk aquarium, kamu tidak perlu membeli baru dengan harga mencapai jutaan lho. Hanya perlu memanfaatkan barang-barang bekas yang ada dan dipastikan tidak bocor, kamu sudah bisa membuat aquarium sendiri. Selain itu, wadah tersebut juga harus memiliki sistem aliran air yang membuat air akan terus bergerak.
Wadah untuk pemeliharaan budidaya bisa digunakan untuk berbagai fungsi, seperti untuk perawatan induk ikan, tempat pemijahan, tempat penetasan telur, tempat pendederan, tempat pembesaran, serta tempat untuk penampungan hasil.
Sesuaikanlah wadah dengan jenis ikan yang dibudidayakan, termasuk dengan tubuh dari ikan hias itu sendiri. Ikan hias tentu memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda. Ada yang berukuran sangat kecil ada pula yang memiliki ukuran lebih besar. Jangan sampai kamu meletakan ikan hias ukuran besar di aquarium yang tidak bisa menampung tubuhnya.
2. Penyesuaian Wadah Ikan Hias
Seperti yang telah sedikit disinggung di poin sebelumnya bahwa ikan hias memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Namun tidak hanya itu saja. Ikan hias juga memiliki lingkungan hidup yang berbeda dari satu dan yang lainnya, sehingga masing-masing wadah harus pula disesuaikan dengan lingkungan hidup dari masing-masing ikan.
Hal-hal yang sangat berpengaruh terhadap berkembanganya ikan hias yaitu adalah air, suhu, derajat keasaman (PH), kandungan oksigen dan juga kecerahan. Maka dari itu, cari tahulah jenis-jenis ikan hias yang akan kamu budidaya sembari menyesuaikan pula dengan wadahnya itu sendiri.
Untuk budidaya ternak ikan hias air tawar, sediakanlah air dengan kandungan kimiawi zero dengan suhu air yang sebaiknya berkisar antara 24-30 C. Selain itu, keasaman air (PH) harus kurang lebih 6-7, oksigen terlarutnya >3 ppm serta kecerahan air berkisar 30-60 cm.
Sumber air bisa kamu dapatkan dari mana saja, bisa itu dari tanah, air sungai ataupun air PAM. Pada nantinya, air yang akan digunakan untuk budidaya harus didiamkan terlebih dahulu dan diendapkan selama 12-24 jam sebelum mulai digunakan.
Hal ini harus dilakukan dengan tujuan agar kandungan oksigen terlarutnya cukup dan gas-gas yang terdapat di dalam air menghilang.
Untuk menyesuaikan, PH dapat dilakukan dengan memberikan kapur pertanian atau kapur bordo dengan dosis secukupnya agar tidak terlalu asam. Selain itu, air yang digunakan untuk budidaya juga pastinya akan mengalami penurunan kualitas atau kotor akibat sisa pakan dan kotoran ikan.
Maka dari itu, bersihkanlah air secara rutin dengan cara membuka pipa pembuangan atau menyedotnya dengan maksimal ¾ bagian. Setelah itu, isi kembali air yang sudah diendap sebelumnya.
3.  Pakan
Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan untuk bertahan hidup, tak terkecuali dalam budidaya ternak ikan hias air tawar. Pakan untuk ikan hias terbagi dua, yaitu pakan alami dan pakat buatan. Pakan alami yang bisa diberikan yaitu adalah infusoria, kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, serangga, kodok, dan ikan kecil.
Sedangkan untuk pakan buatan, kamu bisa memberikan mereka pellet dengan kadar protein yang telah diatur sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan ikan.
4. Memilih Calon Indukan Ikan Hias
Cara budidaya ternak ikan hias air tawar selanjutnya yaitu dengan memilih calon indukan ikan hias. Di dalam proses pemijahan, kamu akan membutuhkan indukan ikan jantan dan indukan ikan betina yang sudah cukup umur dan matang gonad (kelamin).
Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad pada ikan hias, dapat dilihat dari ciri-cirinya yang unik. Untuk betina, perut akan terlihat gendut ke arah genital dan apabila diraba, maka akan terasa lembek dan halus.
Selain itu, genital juga terlihat menonjol dan apabila diurut maka akan mengeluarkan telur. Sementara itu untuk indukan jantan, bila diurut ke arah genital akan mengeluarkan cairan sperma.
Calon indukan yang digunakan untuk budidaya harus memiliki kondisi tubuh yang sehat, sedang tidak terjangkit penyakit serta berasal dari keturunan yang bagus pula. Kamu bisa membeli indukan di peternakan ikan hias atau menghasilkannya sendiri.
5. Pemijahan
Di dalam proses pemijahan budidaya ternak ikan hias air tawar, terdapat dua jenis proses pemijahan yang bisa dilakukan, yaitu internal dan eksternal. Hal tersebut dikarenakan ikan hias tidak semua bertelur, melainkan ada pula yang beranak, yang mana setiap proses pemijahan maka harus dilakukan secara berbeda.
Maka dari itu, guna mempermudah proses pemijahan tersebut, maka kamu harus mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan, mulai dari media, bahan, serta alat-alat lainnya. Ikan hias tidak bisa memijah sendiri. Karena hal itulah, proses yang harus kamu lakukan adalah dengan menyuntikan hormone perangsang akan ikan hias tersebut dapat memijah sendiri dengan baik secara alami.
6. Penetasan Telur
Proses penetasan telur memiliki jangka waktu yang berbeda-beda tergantung dari jenis ikannya. Namun biasanya telur akan menetas kurang lebih selama 24 jam dan berubah menjadi larva. Proses penetasan (inkubasi) dapat dilakukan di aquarium, kolam permanen, corong dan hampa.
7. Perawatan Larva Hingga Tumbuh Besar
Telur ikan yang menetas akan berubah menjadi larva. Biasanya, larva akan ditempatkan di akuarium, kolam bak, bak plastik, fiber glass, kolam tanah, dan wadah lainnya. Nah, ketika menetas hingga kurang lebih berusia seminggu, larva tidak perlu diberi makan karena mereka sudah memiliki cadangan makanannya sendiri, yaitu berupa kuning telur.
Setelah seminggu, barulah kamu bisa memberi mereka makan berupa kutu air, infusoria, cacing sutera, atau jenis makanan lainnya. Hanya saja, akan lebih baik apabila larva diberi makan dari pakan alami.
Ketika larva sudah berubah menjadi benih dengan ukuran yang lebih besar, maka pakan yang diberikanpun juga harus berubah. Biasanya, pakan yang diberikan dapat berupa serangga, kodok, ikan kecil dan pellet. Selain itu perlu diketahui pula bahwa pemberian pakan harus disesuaikan, jika tidak maka akan berpengaruh terhadap kualitas air.
Untuk penebaran benih, usahakan agar tidak terlalu padat dan disesuaikan pula dengan keluasan media yang digunakan. Penebaran benih yang terlalu padat justru akan menghambat pertumbuhan ikan sedangkan tidak penebaran benih terlalu luas, maka akan cenderung tidak efisien atau pemborosan.
8. Hama dan Penyakit
Semua jenis bisnis yang ada, memang sepertinya tidak ada satu bisnispun yang aman atau terhindar dari risiko, termasuk bisnis budidaya ternak ikan hias air tawar. Dalam hal ini, hama dan penyakit merupakan salah satu risiko yang harus diwaspadai.
Penyakit yang menyerang ikan hias biasanya disebabkan oleh parasit dan menyerang badan ikan, insang, maupun tubuh dari ikan itu sendiri, Namun ternyata, ikan juga bisa diserang dengan yang bukan parasit lho, seperti dari faktor lingkungan dan makanan. Jadi, berhati-hatilah.
Jangan lupa untuk selalu membersihkan air secara rutin dan berikanlah ikan hias pakan yang higenis, agar bisa terbebas dari berbagai risiko penyakit yang menyerang.
9. Pemasaran
Nah, langkah terakhir dari bisnis budidaya ternak ikan hias air tawar yaitu pemasaran. Untuk memasarkan ikan hias, kamu bisa menggunakan jasa pengepul yang biasanya juga sudah memiliki jaringan yang luas. Perlu diingat bahwa kamu harus memiliki jaringan yang luas dalam menjalankan bisnis budidaya agar kamu bisa menemukan pangsa pasar yang pasti.

    Jadi, cukup mudah bukan? Meskipun budidaya ternak ikan hias air tawar cenderung tidak membutuhkan modal yang besar, tetapi tetap saja modal awal akan dibutuhkan untuk memenuhi beberapa kebutuhan.